Breaking News
Loading...
Minggu, 21 Agustus 2016

Info Post
ASAtechinfo - Setiap kali kita memikirkan benda-benda kuno, banyak dari kita berpikir barang tersebut berasal dari Yunani dan Romawi. Tapi berkat penemuan para Arkeolog dari berbagai Negara banyak barang kuno yang di temukan selain dari Yunani dan Romawi.

1. Dekorasi Dompet Jerman : Usia 4500 tahun.

Tas dengan hiasan Gigi anjing
Ditemukan di sebuah makam dekat Liepzig, Jerman. penanggalan antara 2.500 dan 2.200 SM. Bersamaan dengan proyek penemuan tas ini, ditemukan pula makam seorang wanita yang dikuburkan dengan setengah kilogram emas.

Tas tertua di dunia ditemukan di Jerman dengan pujian pada si pemilik yang dianggap memiliki cita rasa tinggi pada Zaman Batu. Hiasan yang ditemukan pada tas tersebut bukan manik-manik atau batu berwarna. Melainkan gigi anjing.

Mesin penggali di sebuah situs dekat Leipzig menemukan lebih dari ratusan gigi anjing tersusun secara berdekatan dalam sebuah kuburan yang tertanggal antara 2500 hingga 2200 Sebelum Masehi. Gigi anjing ini ditemukan dalam penggalian situs profen, yang menurut rencana akan dijadikan tambang batu bara pada tahun 2015 mendatang.

Memang para arkeolog tidak menemukan tas ini dalam kondisi utuh karena sudah terkubur selama ribuan tahun. Akan tetapi gigi anjing yang diduga sebagai hiasan pada tas tersebut masih tersisa dan tersusun dengan rapi. Arkeolog Susanne Friederich mengungkapkan bahwa gigi anjing tersebut merupakan hiasan untuk tutup luar dari tas.

"Selama bertahun-tahun kulit atau kainnya telah hilang yang tertinggal hanyalah gigi. Dan kesemuanya tersusun ke arah yang sama, sehingga terlihat seperti tutup tas yang modern," kata Friederich, dari The Sachsen-Anhalt State Archaeology and Preservation Office.

2. Roda Kayu Slovenia : 5200 tahun. 

Roda Kayu Slovenia
Roda tertua di dunia berasal dari 5.200 tahun yang lalu. Roda ini ditemukan di 12 mil di selatan Ljubljana, Ibukota Slovenia, pada tahun 2002 lalu.

Roda lama telah menjadi sebagai salah satu penemuan paling penting manusia. Tanpa itu, Mesin modern tidak akan ada, apalagi gerobak, mobil dan banyak lagi. Membangun sesuatu yang lebih besar seperti sebuah rumah kecil akan hampir mustahil tanpa sesuatu yang digunakan untuk mengangkut bahan-bahan dalam jumlah besar.

3. Sepatu kulit Armenia : 5500 tahun.

Armenian leather shoe
 Sepatu bertali terbuat dari kulit sapi, berwarna coklat, yang dibuat 5.500 tahun yang lalu (awal peradaban manusia), telah ditemukan di sebuah gua di Armenia.

Sepatu yang telah berusia 5.500 tahun tersebut, berukuran 4, terkubur di sebuah gua di Armenia, masih terlihat utuh dan relatif masih baik.

Menurut para arkeolog (ahli ilmu pubakala), kemungkinan sepatu tersebut milik seorang perempuan yang sengaja dikubur di gua itu untuk tujuan ritual. Di dalam gua tersebut juga ditemukan 3 pot, masing-masing berisi tengkorak anak-anak, bersama wadah berisi jawawut, gandum, dan buah apricot.

Sepatu itu dipakai oleh seorang petani (wanita yang dikubur di gua tersebut) yang tinggal di pegunungan Vayots Dzor, di provinsi Armenia, berdekatan dengan perbatasan Turki dan Iran yang modern.

Sepatu itu terbuat dari satu lapis kulit, disamak dengan minyak sayur, dan dibentuk sesuai dengan kaki si pemakainya. Sepatu tersebut berisi rumput, dimana arkeolog masih menyimpan pertanyaan apakah rumput ini untuk menahan dingin, atau untuk mempertahankan bentuk sepatu.

4. Rok Armenia : 5900 Tahun. 

Armenian reed skirt
 Pakaian yang menonjolkan sisi feminim ini ternyata berasal dari Armenia. Kepala Institut Arkeologi dan Etnografi di Yerevan, Armenia, Pavel Avetisian mengatakan tim arkeolog telah menemukan rok yang diperkirakan berusia 5.900 tahun.Rok yang terbuat dari alang-alang ini ditemukan baru-baru ini di sebuah gua Areni-1 di sebelah tenggara Armenia.

Temuan ini merupakan pakaian tertua di dunia. Beberapa waktu lalu, ketika peneliti melakukan penggalian di tempat yang sama, mereka menemukan sepatu kulit yang diperkirakan berusia 5.500 tahun.

Boris Gasparian, seorang arkeolog Armenia yang bekerja sama dengan Amerika Serikat dan sejumlah ilmuwan Irlandia untuk meneliti situs tersebut mengatakan mereka juga menemukan seekor mumi kambing berumur 5.900 tahun, atau lebih tua seribu tahun ketimbang mumi binatang yang pernah ditemukan di Mesir.

5. “Tel Tsaf” Penusuk Tembaga : 7000 tahun.

Tel Tsaf copper awl
Sebuah paku tembaga dating 7000 tahun di situs Tel Tsaf, Israel, adalah artefak logam tertua di Timur Tengah bahwa teknologi cor logam mulai diperkenalkan lebih awal dari perkiraan sebelumnya.

Pertama didokumentasi tahun 1950, Tel Tsaf adalah desa Chalcolithic Tengah (5200-4700 SM) di dekat Bet-Sean Lembah Yordan tengah Israel. Empat kompleks arsitektur bata lumpur dengan halaman, kamar dan fasilitas memasak.

Barang obsidian berasal dari Anatolia atau Armenia, 4 pecahan tembikar Ubaid yang diimpor dari Suriah utara atau Mesopotamia dan kerang dari Sungai Nil di Mesir. Tapi yang paling penting adalah paku logam penanggalan 5000 SM atau berusia 7000 tahun.

"Obyek pin logam memanjang terbuat dari tembaga cor dengan penampang bulat," kata Yosef Garfinkel, arkeolog Hebrew University of Jerusalem’s Institute of Archaeology.

6. Busur “Holmegaard elm” : 8000 tahun.

Holmegaard elm bows
Busur tertua yang pernah ditemukan berasal dari Denmark, dengan umur sekitar 8.000 tahun. Busur ini diberi nama Holmegaard, yaitu busur panjang yang terbuat dari kayu elm, dengan panjang sekitar 170 cm. Untungnya, busur ini ditemukan dalam kondisi yang baik, sehingga memungkinkan untuk membuatnya kembali.

7. Topeng Batu Yudea : 9000 tahun.

Judean stone masks
Topeng-topeng batu tertua di dunia yang berusia sekitar 9.000 tahun ditampilkan dalam pameran bertajuk "Face to Face: The Oldest Masks in the World" di Israel hingga 11 September.

Para peneliti menduga artefak topeng-topeng dengan senyum kaku dan lubang mata besar itu mewakili jiwa arwah leluhur yang meninggal dunia dan dipakai saat upacara dan ritual Zaman Batu.

"Lubang-lubang untuk mata memungkinkan untuk melihat area yang luas, dan pembagian bidang yang sesuai dengan kontur wajah manusia," katanya melalui surat elektronik.

Selain itu ada lubang di beberapa tepi beberapa topeng kuno yang kemungkinan digunakan untuk memudahkan mengenakannya ke wajah.

Perforasi itu kemungkinan diselingi rambut supaya topeng terlihat lebih alami atau dengan tali untuk mengaitkan topeng ke pilar atau struktur lainnya.

Topeng-topeng itu berasal dari berbagai situs di gurun dan bukit-bukit Yudea, demikian menurut pernyataan museum. Artefak itu kemungkinan berasal dari zaman Neolitik, ketika manusia mulai meninggalkan gaya hidup nomaden dan bermukim serta bertani dan beternak.

Dua topeng batu sudah ada di museum. Satu topeng berasal dari gua Nahal Hemar di tebing dekat Laut Mati, antara Israel dan Palestina, dan yang kedua telah ditemukan di situs arkeologi di dekat Horvat Duma.

8. Peta Spanyol : 14.000 tahun.

Spanish map

Peta sebuah daerah di Eropa Barat baru-baru ini ditemukan di Sekitar Spanyol, bila diamati peta ini menunjukan suatu arahan dalam perburuan rusa di daerah Spanyol oleh kaum Magdalenian.

Peta yang diukirkan disebuah batu itu diperkirakan berusia 13.660 hingga 14.000 tahun silam. Sangat tua sekali tentunya.

Tim peneliti yang dipimpin oleh Pilar Utrilla dari Universitas Zaragoza telah mencoba menguraikan batu ini sejak ditemukan tahun 1994, dan kisah ini coba diuraikan pada Journal Evolution dimana suku pada saat itu yang mungkin tinggal di goa goa dalam perburuan rusa.

Di peta tersebut juga digambarkan guratan guratan yang menggambarkan sebuah sungan bahkan jembatan dan lokasi perburuan hewan serta lembah juga gunung, dengan kata lain ilmu pemetaan pada jaman itu ternyata telah berkembang cukup baik.

Salah satunya telah berhasil di inisialisasi sebagai gua di San Gregorio di daerah Abauntz. Rusa digambarkan seperti rusa kutub dan diperkirakan artinya pada masa itu bumi mengalami fase jaman Es dimana sebagian besar permukaan bumi masih banyak diselimuti Es sebagaimana di kutub.

Ini sungguh menarik ilmuwan untuk terus meneliti lebih dalam peta kuno ini.

Sebelumnya subuah peta kuno juga pernah diklamim ditemukan di daerah Pavlov Republik Ceko kira kira diperkirakan berusia 25.000 tahun lalu, namun masih diragukan. Dan lainnya juga ditemukan di daerah Babel Irak Selatan yang kira kira dibuat pada tahun 600 sebelum masehi.

9. Suling dari Tulang Burung dan Gading Gajah : 42.000 tahun. 

German bone and ivory flutes
 Sejumlah peneliti telah mengidentifikasi dua buah suling yang diyakini sebagai alat musik tertua di dunia. 

Suling itu dibuat dari tulang burung dan gading gajah. Kedua suling yang ditemukan di sebuah gua Geissenkloesterle, Jerman, dan menjadi bukti awal pendudukan Eropa oleh manusia modern, Homo Sapiens.

Prof. Nick Conard dari Tuebingen University mengatakan "Geissenkloesterle merupakan salah satu gua yang memiliki ornamen, kesenian, mitos, dan alat musik". Para ilmuwan menggunakan radiokarbon untuk mengetahui usia kedua suling itu, antara 42.000 hingga 43.000 tahun.

"Temuan ini sesuai dengan hipotesis kami beberapa tahun yang lalu, bahwa Sungai Danube adalah kunci dari pergerakan manusia dan teknologi di Eropa tengah sekitar 40.000-45.000 tahun yang lalu," katanya.

Menurut para ahli, alat musik digunakan sebagai sarana rekreasi dan ritual agama.

Beberapa peneliti mengemukakan bahwa musik bisa jadi merupakan kelebihan perilaku manusia bila dibandingkan dengan Homo Neanderthals, yang telah punah di kebanyakan wilayah di Eropa 30.000 tahun yang lalu.

Musik menjadi sarana sosial Homo Sapiens untuk memperluas teritori mereka.

Para peneliti mengatakan suling dari Geissenkloesterle menunjukkan manusia modern memasuki wilayah Danube Atas sebelum fase iklim dingin ekstrim sekitar 39.000-40.000 tahun lalu.

"Manusia modern berada di Eropa tengah sekurang-kurangnya 2.000-3.000 tahun sebelum perubahan iklim. Ketika itu gunung es muncul dari lapisan es di Atlantik utara dan temperatur turun drastis," kata Prof. Tom Higham dari Oxford Univesity.

10. Anak Panah Afrika Selatan : 64.000 Tahun.

South African arrowheads
 Teknologi membuat busur dan anak panah semula diduga mulai dikuasai manusia purba paling tidak sejak 20.000 tahun lalu. Namun, dugaan itu tampaknya harus berubah setelah ditemukannya anak panah terbuat dari batu yang berusia 64.000 tahun.

Batu-batu pipih dan runcing yang ditemukan di Goa Sibudu, Afrika Selatan, oleh tim peneliti pimpinan Lyn Wadley dari University of the Witwatersrand itu diyakini sebagai anak panah karena ditemukan sisa-sisa percikan darah dan pecahan tulang yang terselip di antara retakan-retakan anak panah. Proses penemuan anak panah itu, tidak mudah karena penggaliannya butuh waktu lama. Bayangkan saja, tim Wadley harus menggali hingga ke lapisan tanah yang berusia 100.000 tahun.

Temuan tim arkeolog yang dipaparkan di jurnal Antiquity itu menyebutkan, anak panah dari batu itu digunakan sebagai ujung proyektil, bukan sekadar sebagai anak panah yang dipasang di ujung tombak atau lembing. Hipotesis ini, menurut Marlize Lombard dari University of Johannesburg yang menganalisis anak panah itu, diperkuat dengan ditemukannya sisa-sisa lem yang terbuat dari tanaman damar untuk menempelkan anak panah pada tongkat kayu.

”Sisa-sisa lem itu menunjukkan, manusia pada zaman itu mampu membuat satu artefak dari beragam elemen dengan menggunakan berbagai peralatan, termasuk lem itu,” kata Lombard.

3 komentar:

  1. thank nice infonya, kunjungi http://bit.ly/2xJx72a

    BalasHapus
  2. PENGUMUMAN PENGUMUMAN PENGUMUMAN PENGUMUMAN



    BONUS PUAS MENYAMBUT PUASA
    Gratis Bonus Coin Rp. 500.000



    |POKER | CEME | DOMINO99 | OMAHA | SUPER10|

    Terima SEMUA BANK DI INDONESIA
    BANK NASIONAL + BANK DAERAH |

    OVO N GOPAY? Bisa!! Buruan


    WhastApp : 0812-9608-9061

    Lnk : WWW. POKERAYAM. TOP

    BalasHapus
  3. PokerVita Situs Judi Online Terpercaya Memberikan Kemudahan Dalam Bertransaksi Dengan Mudah 24 Jam. Kini Pokervita Juga Menyediakan Deposit Via OVO & Go-Pay loh .. .

    Minimal Deposit 10.000
    Minimal Withdraw 25.000

    Bonus Terbaru Menjelang Puasa

    Info Lebih Lanjut Hubungi :

    WA: 0812-2222-996

    www. pokervita .vip

    BalasHapus