Breaking News
Loading...
Rabu, 17 Agustus 2016

Info Post
Bahan Kimia sebagai dalam Perang dahulu kala sering digunakan sebagai senjata pembunuh Massal, seperti senjata Nuklir atau Biologis. Senjata kimia dibuat dari bagian penelitian kimia beracun, sementara senjata biologi menggunakan mikroorganisme hidup.




ASAtechinfo - Senjata kimia adalah senjata yang memanfaatkan sifat racun senyawa kimia untuk membunuh, melukai, atau melumpuhkan musuh. Penggunaan senjata kimia berbeda dengan senjata konvensional dan senjata nuklir karena efek merusak senjata kimia terutama bukan disebabkan daya ledaknya.

Sedangkan Senjata biologi (bahasa Inggris: biological weapon) adalah senjata yang menggunakan patogen (bakteri, virus, atau organisme penghasil penyakit lainnya) sebagai alat untuk membunuh, melukai, atau melumpuhkan musuh. 

Hampir 2.000 tahun yang lalu, 19 prajurit Romawi bergegas ke dalam terowongan bawah tanah yang sempit, siap untuk mempertahankan kota Suriah, Dura-Europos, yang dikuasai Romawi dari ancaman tentara Persia yang menggali untuk meruntuhkan tembok kota. 
Tapi, alih-alih bertemu tentara Persia, prajurit Roma justru bertemu dengan dinding asap hitam berbahaya yang berubah menjadi asam di paru-paru mereka. Mereka tersedak dan meninggal dengan upah terakhir tersampir di ikat pinggang mereka.

Bio Hazard
Seorang tentara Persia—mungkin yang menyulut api bawah tanah beracun—pun sekarat, mencengkeram baju zirahnya saat ia tersedak.

20 orang yang meninggal pada 256 AD itu boleh jadi menjadi korban pertama dari perang kimia, demikian menurut penyelidikan baru. Kasus ini merupakan salah satu kasus yang acuh tak diacuhkan. Tetapi analisis baru yang diterbitkan pada bulan Januari di American Journal of Arkeologi menemukan bahwa tentara-tentara itu kemungkinan tidak mati oleh pedang. Sebaliknya, mereka tewas karena gas beracun. 

Penggalian yang dilakukan oleh para arkeolog berhasil menemukan tumpukan mayat dari tentara Romawi yang terjebak dalam terowongan, lengkap dengan baju besi yang masih mereka gunakan. Selain itu arkeolog juga menemukan seorang prajurit Persia, yang berada berjauhan, hingga timbul dugaan bahwa prajurit Persia itu merupakan seorang pemicu kebakaran dari bahan kimia yang telah mereka persiapkan sebelumnya. 


Bangsa Rowawi sendiri sebelumnya memang dikenal seringkali menggunakan semacam bubuk gipsum yang mereka taburkan dekat pintu masuk menuju terowongan musuh di luar tembok. 
Tehnik yang sama yang digunakan juga oleh bangsa Cina pada tahun 178 Masehi, yang menggunakan kereta yang mengangkut bubuk sejenis kapur agar hasil dari putaran yang dilakukan oleh kuda-kuda tersebut memenuhi udara hingga tercatat lebih kuat dari gas air mata modern saat ini. Sejak itulah selalu timbul ide-ide baru yang lebih mengacu pada timbulnya perang dengan melibatkan unsur bahan kimia.

Tercatat pula, pada tahun 1346, sebuah kota bernama Krimea Caffa akhirnya harus menyerah ketika mayat-mayat berpenyakit dilemparkan melewati tembok kota dengan menggunakan ketapel besar, yang dialkukan oleh bangsa Tartar yang kala itu mengepung kota tersebut. Mayat-mayat tersebut merupakan korban wabah yang terjadi di daerah sekitar. Dan itulah awal mula dikenalnya perang dengan menggunakan senjata biologis oleh manusia. 

Bukti senjata yang ditemukan bersama
Meskipun membutuhkan waktu hingga tahun 1925 untuk bisa melarang sepenuhnya penggunaan senjata kimia dalam suatu pertempuran, namun Protokol Jenewa bukanlah yang pertama kalinya mengatur larangan tersebut. Pada masa pemerintahan Hindu di sekitar tahun 5 SM, sudah ada aturan yang menyebutkan pelarangan menggunakan panah beracun. 
juga sebuah catatan yang berasal dari sekitar abad ke 4 SM yang ditemukan di India mengenai prosedur serta aturan dalam menciptakan gas dan racun yang mematikan. 
Dan dari semua bukti dan fakta yang berhasil ditemukan mengenai adanya penggunaan bahan kimia yang ternyata telah dikenal manusia sejak berabad dahulu, semuanya itu semakin mengingatkan manusia bahwa secanggih apapun persenjataan kimia yang berhasil dibuat, tetaplah masih lebih banyak cara yang bisa dilakukan untuk bisa memenangkan suatu pertempuran.
Source :  wikipedia.org
                telegraph.co.uk

1 komentar:

  1. POKERVITA, jangan takut tertipu dan langsung dicoba dahulu dengan nominal deposit Rp 10.000,-kamu tidak akan menyesal bergabung dengan VITAPOKER. Selamat Bergabung dan Salam Jackpot !


    Promo Terbaru Poker Online – Promo Menjelang Ramadhan Pokervita 1440 Hijriah
    KLIK SINI LANGSUNG!!!


    Informasi Lebih Lanjut:
    Bbm : D88B0154
    Whatsapp : +62 812-222-2996

    |lINK KAMI di : POKERVITA.FUN

    BalasHapus